Pandemi Covid dan Dunia pasca-AS

29 Maret 2020
Penulis 

 

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid
(Rosyid College of Arts and Maritime Studies)

*Pendahuluan*

Dinamika global selama setahun terakhir sangat menarik. Saya akan membacanya dari sudut pandang seorang Muslim Indonesia yang berprofesi dosen, arsitek kapal dan aktifis. Dalam 3 bulan terakhir terjadi perubahan drastis yang mungkin akan mengubah dunia untuk selama-lamanya. Saat ekonomi global menurun, perubahan iklim makin serius, dunia menghadapi pandemi global Covid19. Ekonomi global menuju depresi, bukan sekedar resesi.

Islam membantu banyak suku yang menghuni Nusantara untuk membayangkan sebuah komunitas baru yang tidak primordial yang disebut bangsa Indonesia. Islam pula yang memberi pijakan filosofis bagi banyak suku di Nusantara untuk menerima Pembukaan UUD1945 sebagai platform kehidupan bersama dalam lingkungan yang bhinneka. Menempatkan Islam sebagai musuh NRI tidak saja ahistoris tapi juga mengabaikan peran penting ulama dalam upaya mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan RI.

*Kisah Nusantara*

Kisah tentang Nusantara selama 500 tahun terakhir adalah kisah tentang gadis cantik kaya raya keturunan bangsawan yang menggoda banyak pemuda. Gadis ini terlalu cantik untuk dibiarkan begitu saja tanpa disentuh, dan dinikmati, suka atau tidak suka. Para pengelana Arab, China, India dan Eropa menemukan kecantikan Nusantara, dan tergoda untuk tidak sekedar mengenalnya, tapi juga untuk menjarahnya.

Nusantara hingga era Mataram Islam relatif hidup dalam damai di bawah pengaruh khilafah Islam. Yang terakhir adalah khilafah Turki Usmani yang bertahta di Istanbul. Kedatangan para pencari emas dan rempah sejak akhir abad 15 dari Portugis, dan Belanda mengubah semuanya. Perang Jawa yang dilancarkan P. Diponegoro (1825-1830) adalah bukti perlawanan paling seru atas upaya kolonisasi sekelompok pedagang Belanda yang berkongsi dalam VoC atas tanah Jawa. Perang ini telah membangkrutkan VoC sehingga perang diambil alih oleh Kerajaan Belanda. Melalui proses demaritimisasi melalui Perjanjian Bongaya di Sulawesi dan Perjanjian Giyanti di Jawa, secara perlahan tapi pasti Belanda menancapkan cengkraman penjajahannya di Nusantara dengan menguasai perdagangan antar pulau di Nusantara.

Sejak Columbus menemukan benua Amerika, beberapa kerajaan Eropa mencoba menjajah banyak kawasan di planet ini, bangsa Eropa sedang belajar dari keunggulan peradaban Islam di pusat-pusat peradaban Islam di Spanyol, Italia, dan Turki. Sekalipun kepemimpinan Islam di Spanyol berakhir, namun Eropa tidak pernah berhenti belajar dari Islam. Bahkan dapat dikatakan renaissance ataupun aufklarung Eropa tidak mungkin terjadi tanpa kehadiran Islam di Eropa.

Kepergian Belanda dari Nusantara melalui invasi Jepang terlalu cepat. Belanda tidak pernah benar-benar mau melepas Hindia-Belanda begitu saja. Kekayaan Belanda sebagian besar diperoleh dari pendudukannya di Nusantara itu. Baru beberapa tahun terakhir ini saja, ekonomi Indonesia bisa menyamai Belanda, sebuah negara kecil seluas provinsi Jawa Timur saja. Baru-baru ini Raja Belanda telah secara resmi meminta maaf atas kekejamannya selama menjajah Nusantara.

*Kemerdekaan RI dan Pax Britanica*

Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17/8/1945 boleh dipahami sebagai peresmian akhir pengaruh khilafah Islam Turki di Nusantara yang telah jatuh 20 tahun sebelmnya. Dunia bukan sekedar kumpulan manusia dan beraneka barang yang dibawanya, tapi juga sebuah jalinan institusi dan janji-janji. Gelombang kemerdekaan negara-bangsa di awal Abad 20 adalah instrumen sekuler untuk meruntuhkan khilafah Islam. Perang Dunia I telah melahirkan Inggris Raya sebagai kekuatan adidaya. Pax Britanica adalah kekuatan yang berhasil menghancurkan Khilafah Turki Usmani sekaligus menjadi sponsor kelahiran Keraajaan Saudi Arabia.

Untuk merdeka sebagai sebuah negara-bangsa dibutuhkan konstitusi. UUD1945 menandai kelahiran resmi sebuah bangsa yang merdeka. Penjajahan tidak bisa dilakukan dengan cara lama, tapi cukup dengan membegal pelaksanaan konstitusi itu, terutama melalui regulasi dan perundang-undangan yang sebenarnya bertentangan dengan Konsitusi. Upaya neokolonialisasi Indonesia itu dimulai sejak Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada akhir 1949. Kesepakatan untuk taat pada International Monetary Fund (IMF) praktis membuka penjajahan baru di RI. Dari perspektif Islam, penjajahan itu dimulai dengan tawaran hutang dan penggunaan sistem keuangan ribawi. IMF melarang penggunaan emas sebagai alat tukar.

Kemerdekaan RI hingga hari ini 75 tahun kemudian adalah semu jika tidak disebut palsu. Bangsa ini gagal menyediakan syarat budaya bagi bangsa yang merdeka. Instrumen neokolonialisme ini sudah dipersiapkan lama jauh sebelum kemerdekaan, yaitu persekolahan. Persekolahan adalah instrumen sekulerisasi dan deislamisasi yang paling penting. Sejak AS makin mendominasi kebijakan Orde Baru, persekolahan dan televisi adalah institutional duo yang menyiapkan bangsa Indonesia menjadi kaki tangan dan pelayan kepentingan investasi (invasi) asing.

*Pax Americana dan Dunia Setelah AS*

Perang Dunia II melahirkan AS sebagai super power baru menggantikan Inggris. AS bersekutu melalui NATO untuk mengimbangi kelahiran USSR sebagai kekuatan sosialis-komunis (Blok Timur). Di bantu Rusia, RRC melancarkan revolusi kebudayaan dipimpin Mao Zedong. RRC kemudian berhasil melakukan reformasi besar-besaran untuk menjadi kekuatan baru yang harus diperhitungkan oleh AS dan sekutunya.

Selama 20 tahun terakhir ini, kita menyaksikan penurunan peran AS sebagai negara adidaya justru sejak kehancuran Blok Timur (USSR) yang dipimpin Rusia. Ekspansi militer AS di banyak bagian di dunia telah mengurangi kapasitas industri AS yang secara perlahan diambil alih oleh China. China telah bangkit menjadi kekuatan ekonomi baru dan sekarang menjadi kekuatan militer baru yang mengancam dominasi AS. RRC tidak puas hanya menjadi manufacturer of the world, kini sudah mulai membangun kekuatan sebagai transporternof the world. Prakarsa One Belt One Road menunjukkan ambisi RRC sebagai negara adidaya baru yang bakal mengakhiri dominasi AS.

Kekuatan nekolimik tidak pernah berhenti membegal UUD45 sejak Proklamasi. Tasir Nasakom oleh Bung Karno gagal dan diganti oleh tafsir kapitalistik Soeharto selama Orde Baru. Puncak pembegalan UUD1945 terjadi saat Reformasi yang telah mengamandemen UUD1945 menjadi UUD2002 yang sangat berbeda secara mendasar dengan khittah Pembukaan UUD1945. UUD2002 telah membuka jalan bagi berbagai UU yang liberal kapitalistik. Yang terakhir adalah RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang menggusur prinsip kelestarian lingkungan, hak-hak buruh dan otonomi daerah.

Pada saat perwujudan amanah Pembukaan UUD1945 semakin diselewengkan melalui regulasi dan praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, Pemerintah RI saat ini justru membangun narasi yang islamophobic dan menempatkan sebagian ulama sebagai kaum radikal anti NKRI dan kebhinnekaan. Ini menunjukkan kebangkitan neokomunisme di Indonesia.

*Pandemi Covid19 dan a Post American World*

Kegagalan kepemimpinan global di bawah PBB dengan Presiden Trump sebagai khalifah ditunjukkan sebelumnya melalui kegagalan memimpin upaya mencegah pemanasan global dan perubahan iklim. Kini kegagalan kepemimpinan global ini dibuktikan oleh pandemi Covid19. Jika bencana global mensyaratkan adanya globally coordinated response, maka negara-negara bangsa dengan nasionalisme yang makin inward-looking justru menghambat upaya mewujudkan respons global yang terkoordinasi.

Pandemi Covid19 ini adalah proyek global yang berjalan keluar dari skenario pemrakarsanya, yaitu Kompleks Industri Militer AS. Saat okupasi fisik makin tak terpikul oleh ekonomi domestik yang makin lemah, perang asymmetri melalui perjanjian dan standard yang dikendalikan AS dan. Sekutunya perlu dilanjutkan dengan perang yang lebih murah : perang biologi. Sasaran pokoknya adalah melumpuhkam China yang makin berani menantang AS baik secara ekonomi maupun teknologi. Kesigapan China menghadapi pandemi Covid19 ternyata diluar dugaan AS.

Saat ini kepemimpinan Trump sedang diuji oleh Covid19. Boleh jadi AS tidak memiliki ketangguhan yang dibutuhkan untuk menghadapi pandemi Covid19 di halaman rumahnya sendiri. Ini seperti serangan Jepang ke Pearl Harbour pada Perang Dunia II yang melahirkan Pax Americana. Pada saat ekonomi global meluncur ke jurang depresi, pandemi Covid19 dibawah pengelolaan Trump boleh jadi akan menjadi bom atom yang akan menghancurkan AS. Kita tak lama lagi akan menyaksikan dunia baru. Bisa lebih buruk dari ini, atau lebih baik.

Mereka telah melakukan makar, Allah pun membuat makar. Ketahuilah bahwa Allah pemakar yang terbaik.

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER