Perdagangan ASEAN Dan China Mengalami Pertumbuhan Meski Dilanda Pandemi Covid-19 

07 Mei 2020
Penulis 

 

 
ClickNnews.com [Jakarta] - Meski pandemi Covid-19 belum usai, perdagangan antara negar-negara anggota ASEAN dengan China jusru mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 991,34 miliar yuan selama periode tersebut. Pertumbuhan naik 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan kontribusi sebesar 15,1 persen dari total perdagangan global China.
 
Dilansir Antara News, mengutip pendapat pengamat oleh China Daily Kamis (7/5/2020), peningkatan tersebut dipicu oleh rendahnya biaya pengapalan yang ditunjang Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

Berdasarkan data Kementerian Kepabeanan China (GAC), ASEAN mengambil alih posisi Uni Eropa sebagai mitra dagang terbesar China pada triwulan pertama tahun ini.

China mengimpor produk komponen elektronika aktif (IC) senilai 105,65 miliar yuan, termasuk microprocessor chip, chip capacitor dan konverter analog-digital dari pasar ASEAN selama tiga bulan pertama tahun ini atau naik 25,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menyumbang 23,4 persen dari total impor China dari ASEAN.

Beberapa perusahaan asal Jepang dan Korea Selatan, seperti Sharp Corp dan Samsung Electronics Co Ltd, yang memindahkan produksinya ke berbagai negara dan membangun pabrik IC ke negara-negara ASEAN, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia dalam beberapa tahun yang lalu turut mempengaruhi nilai perdagangan global China.

ASEAN mampu menjawab permintaan produk-produk China tersebut, kata Wakil Ketua Komisi Pakar Asosiasi Perdagangan Internasional China (CAIT) Li Yong.

"Terkait wabah, China dan ASEAN sama-sama menghadapi persoalan rantai pasokan industri yang justru memperkuat tekad dan motivasi kedua belah pihak dalam meningkatkan perdagangan bilateral," ujarnya.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Internasional di University of International Business and Economics (UIBE) Beijing Zhuang Rui menekankan pentingnya bagi China mencari pertumbuhan baru bernilai tambah dalam transformasi industri.

Sementara itu, Wakil Direktur Komite Ekonomi Lembaga Konsultasi Politik Rakyat China Fang Aiqing menilai terlalu dini menyimpulkan ASEAN sebagai mitra dagang terbesar negaranya dalam jangka panjang.

Jarak distribusi logistik yang pendek, struktur industri yang saling melengkapi, dan berbagai inisiatif dalam RCEP pada akhir tahun ini, Fang memperkirakan bahwa penandatanganan perjanjian perdagangan terbesar di dunia tidak hanya akan memfasilitasi China dan ASEAN untuk meningkatkan kemitraan dagang, melainkan juga sektor investasi, pariwisata, dan konektivitas regional..... (Redaktur).

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER