Seperti Dianaktirikan, Jalan Dusun Pusingan Terlantar, Kades Kuala Sekampung Dendam Politik?

07 April 2020
Penulis 
 
 Perbandingan jalan di Dusun Pusingan dibandingkan jalan dusun dimana kediaman Kades Kuala Sekampung berada
 
 
ClickNnews.com [Sragi-Lampung] - Dugaan dendam politik terhadap warga Dusun Pusingan yang tak memberi dukungan suara kepada Kades saat ini dalam Pilkades beberapa waktu lalu berbuntut terabaikannya pembangunan sejumlah fasilitas umum utamanya jalan menuju dusun tersebut.
 
Kontributor media ini mencoba menelusuri fakta-fakta lapangan terkait dugaan tersebut. Ungkapan sejumlah warga yang ditemui di Dusun Pusingan menunjukkan pengakuan yang sama. 
 
Pantauan lapangan menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan antara Dusun Pusingan dengan dusun lainnya dimana kediaman kepala desa berada
 
informasi yang diperoleh dari berbagai sumber di Dusun Pusingan, Senin (6/4/2020) dalam pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu, warga Dusun Pusingan tak memilih calon yang saat ini jadi kades.
 
Dasar itulah yang menjadi sebab lahirnya tudingan bahwa kades memiliki dendam politik yang mengarah pada kurangnya perhatian pembangunan di dusun itu.
 
Sejumlah warga pun menganggap Dusun Pusingan dianaktirikan oleh sang kades. Alhasil, menurut anggapan itu, telah terjadi ketimpangan pembangunan di Desa Sungai Sekampung.
 
Namun demikian, ungkapan beberapa warga itu ditepis oleh Kepala Dusun Pusingan, Ngadirin. Menurutnya ungkapan itu tidak benar.
 
Terkait pemilihan, tidak ada yang mengetahui apakah warga Pusingan tidak mendukung Kades sekarang.  Pasalnya pemilihan dilakukan di TPS yang tidak berdasarkan asal dusun. Pemilihnya acak di TPS yang sama oleh seluruh warga desa.  
 
"Tidak benar pak. Pemilihan susah diketahui karena saat pemilihan, TPS yang digunakan semua warga desa adalah TPS yang sama," tepis Ngadirin yang dikonfirmasi Selasa (7/4/2020).
 
Menjawab media ini, Ngadirin mengaku sejauh ini Kepala Desa, Warkoyo sering menghadiri acara di dusun dan nampak sangat akrab dengan warganya di dusunnya. 
 
Meski demikian, Ngadirin sependapat dengan warga bahwa pihaknya membutuhkan pembangunan jalan menuju dusunnya. Menurutnya, jalan itu sudah semestinya dibangun.
 
Masih keterangan yang sama, usulan pembangunan melalui musrembang selalu di perjuangkan. Bahkan beberapa kali Kepala Desa Sungai Sekampung  menyampaikan bahwa segera di bangun, namun selalu tak kunjung di bangun.
 
Ngadirin menuturkan, persoalannya, terletak pada status jalan yang berstatus jalan kabupaten. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa pihak pemerintah desa tidak menganggarnya melalui dana desa (DD).
 
"Ada kekhawatiran oleh Kades penggunaan DD dalam pembangunan jalan itu menyalahi aturan," ungkap Ngadirin.
 
Namun saat ditanya adanya keterangan resmi terkait status jalan adalah jalan kabupaten, Kadus Pusingan itu mengaku tak mengetahuinya. 
 
Hanya saja ketika ditanya jalan rusak itu, menurutnya adalah jalan buntu yang hanya sampai di dusun yang dipimpinnya. 
 
Artinya bukan jalan penghubung antara desa atau jalan penghubung dari kecamatan dengan Desa Sungai Sekampung sebagaimana mestinya jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten.
 
Kadus Pusingan itu, berharap adanya perhatian dari pimpinan di atasnya untuk memperhatikan jalan yang menjadi jalur utama warga dari dan ke dusunnya, sekaligus penunjang utama hasil persawahan yang luasnya ratusan hektar......(Ary).

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER