Tersangka Korupsi JS Tak Ditahan, Kejari Tolitoli Digeruduk Massa Barisan Oposisi Masyarakat Anti Korupsi

28 Februari 2020
Penulis 

Massa pendemo BOM Anti Korupsi mengusung keranda terkait kasus Korupsi Perjalanan Dinas Transmisi di Tolitoli

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli didemo oleh warga yang mengatas namakan Barisan Oposisi Masyarakat (BOM) Anti Korupsi, Rabu ( 27/2/20).

Demonstrasi itu terkait penanganan kasus Pemotongan perjalanan Dinas Di lingkup Trans Migrasi kabupaten Tolitoli. Kasus tersebut sampai saat ini dinilai tidak jelas sebab teehadap tersangka Jumadil Sikoti, mantan Kadis Transmigrasi Tolitoli belum dilakukan penahanan badan.

Meski sudah berstatus tersangka sejak ditetapkan Empat Bulan lalu, tersangka JS masih menghirup udara bebas dengan adanya jaminan petinggi daerah Tolitoli.

Dalam orasinya Korlap Aksi, Mahwan di depan kantor kejaksaan menegaskan agar menangkap dan menahan tersangka mantan Kadis Transmigrasi Kabupaten Tolitoli dalam kasus korupsi yang yang dilakukan mulai Tahun 2016 s/d 2018, terkait kasus pemotongan SPPD di instansi yang dipimpinnya.

Mahwan yang juga Ketua LBH Progresif menilai lemahnya penanganan kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Tolitoli. Ia menengarai penanganan kasus korupsi hanya tajam kebawa tumpul ke atas, serta tebang pilih. Penanganan iru diwarnai adanya sugaan kongkalikong antara tersangka dan kejaksaan.

"Kami menilai, proses penanganan kasus Transmigrasi sangat diistimewakan oleh pihak kejaksaan Negeri Tolitoli. Sampai hari ini tersangka masih bebas berkeliaran si luar," ungkapnya Mahwan dalam orasinya.

Dari pantauan Media ini di lapangan, aksi berlangsung di depan kantor Kejari Tolitoli selama satu jam. Sempat terjadi ketegangan antara Kajari Tolitoli dengan massa aksi pendemo. Massa aksi meminta kepada Kejari Tolitoli Untuk keluar dan menemui massa aksi serta memberi penjelasan kepada massa aksi pendemo yang ada di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tolitoli.

Permintaan peserta aksi justru mendapat penolakan dari Kajari Tolitoli, Deddy Koerniawan. Kajari Tolitoli hanya meminta beberapa perwakilan untuk masuk dan berdiskusi di dalam Kantor Kejaksaan yang sudah disiapkan.

Setelah dilakukann negosiasi yang cukup panjang, akhirnya Kajari Tolitoli Deddy Koerniawan bersedia menemui massa secara langsung. Kepada massa yang sejak awal menunggunya, Kajari menjelaskan, penanganan kasus korupsi Transmigrasi itu subjektif sifatnya Ada hal-hal bisa dilakukan penahanan atau tidak.

"Sekarang kasus Transmigrasi masih dalam proses hitung oleh BPKP Propinsi Sulawesi Tengah. Dua minggu yang lalu BPKP datang lagi untuk menghitung berapa kerugian yang di lakukan oleh mantan Kadis Transmigrasi," terang Dedy Koerniawan di hadapan para pengunjukrasa.Deddy juga menambahkan pihaknya tidak mau berbicara mundur ke belakang.

"Karena masalah penepatan tersangka bukan erahnya saya. Kalau buat saya perkara yang masuk saya kaji lagi. Karena menetapkan tersangka harus punya dua alat bukti dan ujungnya harus ada kerugian Negara," tutup Kajari Tolitoli.....(Sahar Lesmana).

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER