Tak Gubris Teriakan Seniman Dan Budayawan, Gubernur Anis Robohkan GBB, 'Revitalisasi' TIM Jalan Terus

05 Februari 2020
Penulis 
Pembongkaran Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Dalam Proyek Revitalisasi oleh  Pemprov DKI Jakarta melalui PT. Jakpro (Perseroda DKI Jakarta)
 
 
ClickNnews.com [TIM-Jakarta] - Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki versi Pemprov DKI Jakarta terus berjalan meski protes para seniman dan budayawan semakin nyaring.
 
Hingga kini, proses pembongkaran sejumlah bangunan utama di pusat kebudayaan dan kesenian Indonesia itu terus dilakukan PT. (Perseroda) Jakarta Propertindo (Jakpro). Giliran Graha Bhakti Budaya yang dirobohkan pada Rabu (5/2/2020).
 
Jakpro yang mengantongi restu Pemprov DKI Jakarta melalui Pergub 63 Tahun 2019 memiliki keleluasaan merombak tatanan kompleks TIM sekalipun mendapat tantangan dari para Seniman Indonesia yang tergabung Forum Seniman Peduli TIM.
 
Elisa Naomi Talakua, salah satu aktifis Forum Seniman Peduli TIM dari kalangan pelukis menyatakan keprihatinannya atas tindakan Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur Anis Baswedan tersebut.
 
Mewakili sikap rekan-rekannya sesama seniman sekaligus praktisi budaya, Naomi mengecam tindakan yang menurutnya tidak aspiratif dan semena-mena.
 
Naomi menuturkan, bahwa dirinya tidak habis pikir langkah pembongkaran bangunan yang terus berlanjut hingga Rabu siang merobohkan gedung GBB.
 
"Iya mas, itu tadi siang," singkatnya ketika menyodorkan foto dokumentasi pembongkaran gedung GBB dengan alat berat Rabu Sore (5/2/2020) kepada redaksi media ini.
 
Senada dengan Naomi, Agam dan David Karo, Ucok Hutagaol serta Tatan Danel menyatakan keprihatinan yang sama. Mereka terus menyuarakan jeritan nurani para Seniman Peduli TIM dalam berbagai cara.
 
Seperti diketahui, sejumlah bentuk aksi protes dilakukan para seniman yang tak rela rumah kesenian mereka dibongkar untuk kepentingan komersialisasi para cukong kapitalis. 
 
Mulai dari orasi-orasi kebudayaan, silent act di trotoar depan TIM , audiensi dengan DPRD melalui Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta hingga diskusi publik. 
 
Semua mereka lakukan untuk mempertahankan marwah Taman Ismail Marzuki sebagai warisan rumah kebudayaan Indonesia.
 
Belakangan, aksi mereka mendapat dukungan para seniman dari berbagai daerah di Indonesia. 
 
Begitu pula dukungan sejumlah tokoh seniman dan budayawan nasional. Antara lain, Radhar Panca Dahana, Dolorosa Sinaga, Doorca M. Massardi, Sihar Ramses Simatupang dan masih banyak lagi. 
 
Mereka memberi dukungan dalam berbagai kesempatan termasuk saat menjadi nara sumber diskusi publik di Gedung Sastra HB Jassin dengan tema "Genosida Kejudayaan".
 
Mereka bersepakat untuk meminta penghentian proyek tersebut hingga pemerintahan Gubernur Anis Baswedan duduk bersama para seniman membicarakan arah revitalisasi secara substansial.
 
Namun, apa lacur. Ibarat pepatah, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Suara-suara mereka tak digubris sedikit pun. Terus saja Jakpro melaksanakan penghancuran demi penghancuran dikomplek kesenian itu......(****).

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

HUKRIM

English News

TNI-POLRI

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER