Terkabar, 1 Pasien di Sulteng Kena Virus Corona dan Dirawat di Ruang Khusus Usai Liburan di Malaysia, Ini Kata Kadinkes

01 Maret 2020
Penulis 

Kadis Kesehatan Prov. Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, Sp.PA. Foto: Sulteng Raya

ClickNnews.com [Palu-Sulteng] - Beredar kabar menyebutkan seorang pasien terpapar coronavirus di Sulawesi Tengah. Kabar tersebut mencuat sejak Sabtu (29/2) kemarin.

Informasi yang diterima Redaksi Minggu pagi (1/3) itu menyebutkan adanya satu orang warga Ampana inisial C, terpapar virus corona. Orang tersebut baru saja pulang berlibur dari negara tetangga, Malaysia.

Munculnya kabar tersebut tentu saja memancing perhatian sekaligus kekhawatiran di daerah tersebut. Hal itu mengingat Malaysia salah satu Negara Jiran yang terkonfirmasi adanya kasus Virus Corona (COVID-19).

Jika benar, kabar tersebut menjadi kasus yang pertama di Indonesia, sebab hingga saat ini pemerintah RI masih mengklaim zero Virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, SpPA., yang dikonfirmasi clicknusantaranews.com, Minggu (1/3/2020) terkait kabar itu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan juga mengaku telah menjelaskan kepada media dan para jurnalis soal tersebut.

Awalnya Kadinkes Sulteng itu mengelak memberi penjelasan. Ia bersikukuh telah memberi keterangan atas hal itu ia pun mengarahkan mengambil keterangan yang sudah ada dengan alasan agar satu bahasa. Meski tak dijelaskan maksud 'satu bahasa: itu.

Kendati demikian, saat didesak, Reny Lamadjido mengakui, adanya pasien tersebut, namun menghindar untuk menjelaskan kebenaran isu kasus virus corona di Sulteng itu.

"Pasiennya masuk dengan demam, diare dan hipertensi. Sekarang pasiennya masih dirawat di RSUD Luwuk," ujar Kadinkes Sulteng itu melalui pesan WhatsAppnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan pasien berinisial C tersebut, umur 73 Tahun, WNA, di rujuk ke RSUD Luwuk dengan diagnosi diare dan hipertensi serta demam tinggi.

Masih keterangan yang sama, saat ini pasien sedang diobservasi di ruang isolasi khusus terkait isu corona. Meski demikian  tidak blaporan sementara itu   menyebutkan pasien tidak menderita flu dan juga sesak napas.

Mengkonfirmasi hal itu, Kadis Kesehatan tak bersedia memberi jawaban pastinya.

Namun, saat ditanya kapasitas fasilitas dan SDM RSUD Luwuk yang jadi tempat rujukan pasien tersebut, Kadis Kesehatan ini mengatakan bahwa RSUD Luwuk termasuk yang di tetapkan Kemenkes peruntukan itu.

"RS Luwuk termasuk RSUD yang di SK oleh Kemenkes, dan juga RS kelas B dan sudah terakreditasi serta siap ruangan isolasi yang sama dengan RSUD Undata," terangnya.

"Karena kalau di rujuk ke Palu perjalanannya jauh, 9 jam. Kalau ke RSUD Luwuk kurang lebih 4 jam. Tapi pasiennya sekrang di observasi. Sudah semua diperiksa," tambahnya.....(Mrf).

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

HUKRIM

English News

TNI-POLRI

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER