Kriminal

Kriminal (17)

 

Sitaan Miras oleh petugas gabungan di perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Utara, Ahad 17 Mei 2020

 

ClikNnews.com [Bone Bolango-Gorontalo] - Petugas gabungan TNI- Polri, Dinas Kesehatan, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan menyita minuman keras (Miras) jenis cap tikus di Desa Moodulio Kecamatan Bone Pesisir, Kabupaten Bone Bolango, Perbatasan Gorontalo-Sulawesi Utara, Ahad (17/5/2020).

Paket penyelundupan minuman beralkohol jenis cap tikus yang diangkut dalam sebuah mobil pick up, berhasil digagalkan. Berawal dari pemeriksaan petugas di pos Check Point Bone sekitar pukul 16.30 Wita, mobil pick up tersebut terjaring petugas saat hendak melintasi perbatasan.

Untuk mengelabui petugas, miras tersebut di sembunyikan pada tumpukan sayur. Sayang, aksi itu tercium petugas.

Ditemukan 500 liter cap tikus yang dikemas dalam plastik dan karung, masing-masing plastik berisi 50 liter. Totalnya ada 10 karung.

“Mobil tersebut kami amankan setelah diperiksa ternyata mengangkut miras dalam jumlah banyak. Miras tersebut berasal dari Desa Poopo, Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut,” Bripka Martin Launda, Personil Brimob Polda Gorontalo yang bertugas di perbatasan.

Dari hasil pemeriksaan petugas, rencananya miras tersebut akan di edarkan di Kelurahan Tangidaa, Kec Kota Utara, Kota Gorontalo.

Selanjutnya barang bukti berupa 10 karung miras jenis cap tikus dan 1 unit mobil pick up merk suzuki beserta supir LK. SM, dan LK tersebut diamankan di Posko Gugus Tugas Perbatasan Taluda’a setelah itu akan giring ke Mapolda Gorontalo.[]

Penulis : Zulkarnain

Irjen Pol. Mas Guntur Laupe, Kapolda Sulawesi Selatan

 

ClikNnews.com [Sulsel] - Bripka He yang menembak istrinya sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka sejak diamankan pada Jum'at (15/5).

Hal itu diungkapkan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Mas Guntur Laupe pada Ahad (17/5/2020) melalui rilis berita Humas Polda Sulawsi Selata yang d[terima media ini.

Bripka He (47) oknum anggota Polri tidak hanya menembak istrinya. Seorang oknum anggota TNI turut tertembak oleh He di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.


“Saat ini proses hukum pidana di Polda, ia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan bersama dengan tahanan lainnya,” ujar Kapolda Sulsel. Ahad, 17/5/2020.

 Atas tidakannya itu, Bripka He terancam dengan sanksi kurungan minimal lima tahun penjara dan berpeluang dilakukan pemecaatan.

“Sanksi kurungan minimal 5 tahun dan apabila inkracht dapat dilakukan pemecatan. Pasalnya mungkin 338 KUHP namun semua kembali pada putusan pengadilan”, jelas Kapolda.

Diketahui, Bripka He yang bertugas di Polrestabes Makassar menembak istrinya bersama seorang oknum TNI. Keduanya diduga kepergok bersetubuh di rumah pelaku pada Kamis (14/5) sekira 22.20 Wita di Perumahan BTN Syekh Yusuf Permai Kompleks Kolakolasa Jalan. Sungai Kelara Lingkungan Agang Je’ne Kel. Empoang Kec. Binamu Kab Jeneponto.

Irjend Pol. Mas Guntur Laupe mengungkapkan bahwa korban, Serda HA (46) dan istri Bripka He yakni H (42), pernah menjalin kisah asmara di masa muda meski keduanya masih memiliki hubungan keluarga.

“Mereka sepupu dua kali dan atas pengakuan Istrinya bahwa dulu sebelum nikah pernah ada hubungan khusus. Kalau kata suaminya tidak pernah ada masalah rumah tangga”, terang Kapolda Sulsel.


Saat ini istri He dirawat di RS Bhayangkara Makassar dan Has oknum TNI di rawat di RS Pelamonia Makassar. Kondisi keduanya dikabarkan makin membaik.[]

Penulis: Zull

Sumber : Humas Polda Sulsel

Pelaku Balapan Liar yang diamankan Polsek Galang, Selasa dini hari 5 Mei 2020 

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Tidak ada kompromi terhadap balapan liar di wilayah Hukum Polres Tolitoli, terutama dalam masa pandemi covid-19. Untuk itu, Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH sangat mengatensi terhadap kegiatan balapan liar yang meresahkan ini, terlebih saat ini dibulan suci Ramadhan 1441 H/2020 M. 

Demikian disampaikan dalam rilir berita yang dikeluarkan Humas Polres Tolitoli, Selasa (5/5/2020). 

Sikap tegas Kapolres Tolitoli itu ditindaknlanjuti seluruh jajaran di bawah kendali Polres Tolitoli. Patroli untuk memantau lokasi yang rawan dan sering dilakukan balapan liar ditingkatkan. 

Wujud dari ketegasan itu, Polsek Galang berhasil menggagalkan rencana balapan liar berskala besar. Polsek yang dipimpin Ipda Salman Putra Pratama S.Tr.K., itu mengamankan 44 orang pelaku, 8 unit motor beserta 5 unit mobil. 

Data dari Polsek Galang, 44 orang yang diduga pelaku balapan liar yang diamankan itu didominasi oleh para pelajar. 

Menurut Salman Putra Pratama S.Tr.K pihaknya melakukan tindakan itu pada Selasa (5/5), sekitar pukul 01.00 bertempat di Jalan Trans Sulawesi. Tepatnya di Dusun Konsasi Desa Lalos Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli

"Ya benar, dini hari tadi kami menggagalkan rencana aksi balapan liar yang ingin dilakukan diwilayah hukum kami. Kami berhasil amankan beberapa kendaraan yang ingin terlibat balapan liar. Mobil serta terduga pelaku yang rencananya melakukan balapan liar," ujar Kapolsek Galang ini. 

Penuturan Salman, awalnya Polsek Galang mendapati informasi dari warga sekitar bahwa di lokasi tersebut akan dilakukan aksi balapan liar. 

Mendapat informasi itu, Kapolsek Galang mendatangi lokasi. Ketika petugas sampai dilokasi, para pelaku rencana aksi balapan liar serta yang ingin menonton aksi ini tidak berkutik setelah personel Polsek Galang melakukan pengepungan. 

Hingga akhirnya terjaring 44 orang, dengan barang bukti motor yang ingin digunakan untuk balapan sebanyak 2 buah, kemudian 6 motor milik para penonton balapan. Sementara 5 unit mobil yang diamankan, 2 diantaranya digunakan untuk mengangkut motor khusus untuk balapan. 

"Terhadap barang bukti kendaraan yang diamankan nantinya akan dilakukan proses lebih lanjut" tandas Kapolsek Galang. 

Lebih jauh Kapolsek Galang menjelaskan bahwa penindakan yang dilakukannya bertujuan memberikan efek jera kepada para pemuda yang ingin ataupun sedang melakukan aksi balapan liar di wilayah hukum Polsek Galang. 

Apa lagi menurutnya masyarakat sangat resah dengan keberadaan balap liar ini. Terlebih saat ini sedang mewabah pandemi covid-19. 

Kapolsek Galang menghimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan, yang juga ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Tolitoli.......(Redaksi).

Tawuran Diantara Wabah Covid-19 Dan Bulan Suci Romadhon

Suasana tawuran pemuda di Karawang, Minggu dini hari 3 Mei 2029 

ClickNnews.com [Karawang-Jabar] - Kesucian Bulan Romadhon dan ganasnya Wabah Covid-19 tidak menghalangi kelompok pemuda di Karawang, Jawa Barat untuk berbuat keributan. Gaduh pemud berawal saling ejek berujung tawuran itu terjadi di wilayah jalan bypass Karawang tepatnya di samping Gor Panatayuda sebelah kantor Samsat Kelurahan Nagasari kec karawang barat, Minggu (3/5/2020) dini hari pukul 03:00 WIB. 

Menurut Saksi Mata, Ali Imran, tawuran terjadi disaat sahur yang masih satu wilayah kelurahan, Tawuran dipicu akibat dari saling ejek antara pemuda kampung Dipo dan Guro Aster. 

"Beruntung saja pihak Polsek kota Karawang dan 3 Orang Koramil Kota segera datang beserta para tokoh masyarakat dan karang taruna mitra Bhayangkara untuk melerai tawuran tersebut," ujar Ali yang menyaksikan langsung kejadian itu.

Para pelaku tawuran sempat didamaikan oleh Pihak aparat dan Lurah Kelurahan Nagasari. Namun demikian tidak ada yang diamankan oleh pihak berwajib. 

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, tawuran itu tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa ataupun luka berat. 

Kepada media ini Ali mengungkapkan kronologi kejadian yang bermula dari saling ejek itu. Ia pun berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi yang ke dua kalinya, apalagi di bulan suci ini bulan Ramadhan yang penuh berkah dan Masa PSBB Kota Karawang ditengah pandemi Wabah COVID-19......(A. Hendrik).

 

ClickNnews.com [Sergai-Sumut] - Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Perbaungan Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil meringkus terduga pengedar sabu saat sedang asyik menunggu pembeli dirumah milik warga. Akibatnya pria yang sehari hari sebagai kuli bangunan akhirnya langsung digelandang ke Mako Polsek Perbaungan.

Pengedar sabu tersebut bernama Supriadi Ari Wibowo Lubis alias Ari (29) warga jalan Deli Kampung Banten, Kecamatan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Ia ditangkap saat sedang menunggu pembeli di rumah milik warga, Jumat(20/3/2020) sekira pukul 16:00WIB.

Hasil penangkapan pelaku, polisi menyita barang bukti satu bungkus kotak rokok yang didalamnya berisikan 3 paket sabu dengan berat brutto 1,26 gram.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum kepada awak media, Selasa (24/3/2020) mengatakan penangkapan pelaku menindaklanjuti informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah jalan Deli Kampung Banten, Kecamatan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Atas laporan masyarakat, team bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan sesuai informasi tersebut. Kemudian team melihat pelaku sedang berada didalam rumah milik warga saat sedang berdiri menunggu pembeli narkotika jenis sabu.

"Tersangka SAW alias Ari ditangkap di rumah warga saat sedang berdiri menunggu pembeli sabu,"kata Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, Mhum

Dari hasil penangkapan pelaku SAW alias Ari dilokasi ditemukan dua orang pelaku yakni RSM alias Zon (43) dan PN alias Dedek (23) IRT keduanya warga lingkungan Banten, Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan, Sergai.

"Namun hasil pemeriksaan kedua pelaku tersebut tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu. Karna saat dilakukan penangkapan keduanya tidak mengetahui SAW alias Ari membawa sabu didalam kotak rokok,"ungkap Mantan Kapolres Batubara.

Hasil pemeriksaan SAW, duda tidak memiliki anak ini, mengaku baru menjalani jual sabu masih dua minggu dan memperoleh sabu dari pelaku wak AK warga bingkat. Dimana perdua hari sekali pelaku membeli sabu seberat 2 gram.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan terhadap Wak AK namun belum berhasil diamankan.

"Saat ini tersangka dan barang bukti sudah di amankan dan dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Sergai untuk proses hukum lebih lanjut dan dikenakan pasal 114 (1) Subs pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Natkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua puluh tahun,"tandas Kapolres Sergai AKBP R. Simatupang (RH).

Konfrensi Pers Kasus Narkoba, Wakapolres Tolitoli, Komisaris Polisi Abdul Haris Saleh didampingi KasatNarkoba, AKP. S. Kinsale dan Kasubag Humas, AKP. Moh. Rizal Hi. Bandi di Mapolres Tolitoli, 23 Maret 2020. Gambar / Foto: Hasbi

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Satuan Reserse Narkoba Polres Tolitoli kembali ringkus seorang tersangka bernama Wiliam Gunawan (WG) alias Wiliam (40) terkait kasus narkotika jenis sabu di Jalan Usman Binol Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli pada Kamis (19/3).

Tersangka WG, teridentifikasi sebagai salah satu bandar sabu yang sedang beroperasi di Tolitoli. Dari tangan tersangka disita barang bukti narkotika jenis sabu, total seberat 26,51 gram.

Penangkapan tersangka Wiliam itu diungkap Kasat Narkoba Polres Toltoli, AKP. S Kinsale, saat konferensi pers yang dilaksanakan di ruang Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Senin, (23/3/2020).

Dalam Konfrensi Pers yang dihadiri Wakapolres Tolitoli, Komisaris Polisi Abdul Haris Saleh dan didampingi Kasubag Humas, AKP. Moh. Rizal Hi. Bandi, Kasat Narkoba mengatakan tersangka yang merupakan residivis itu adalah target kepolisian dengan status daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka merupakan DPO. Dia bandar,” kata Kasat Narkoba Polres Tolitoli kepada sejumlah awak media yang hadir.

Penangkapan tersangka bermula dari informasi yang didapat oleh pihak Satresnarkoba Polres Tolitoli. Informan itu menyebutkan keberadaan tersangka yang memiliki barang haram tersebut.

Atas informasi itu, tim Opsnal Satresnarkoba melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan itu tim mengendus keberadaan tersangka dengan indikasi kuat memiliki atau menyimpan barang terlarang itu.

Selanjutnya, dalam sebuah kesempatan tim mencegat tersangka yang sedang mengendarai sepeda motor. Petugas kemudian menggiring tersangka untuk penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan aparat pemerintahan setempat, petugas menemukan barang yang disimpan tersangka.

Saat ini, WG sudah diamankan dan ditetapkan tersangka oleh penyidik. Tersangka dijerat dengan Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor: 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun.......(Abi).

 

ClickNnews.com [Batu Bara-Sumut]  -- Kapolres Batu Bara AKBP H. Ikhwan Lubis. SH. MH Melalui Kasat Narkoba Polres Batu Bara AKP Hendri David Bintang Tobing. SH dan Satuan Intelkan Polres Batu Bara Berhasil mengungkapkan jaringan Narkotika Setara jaringan Internasional.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun wartawan Disaat Konfrensi Pers Senin (23/03/2020) Sekira Pukul 10.30.Wib di Mapolres Batu Bara.

Selanjutnya Kapolres Batu Bara AKBP H. Ikhwan Lubis. SH. MH memjelaskan bahwa kedua Bandar Narkoba yang Asal Aceh Abdul Aziz dan Salamun Keok yang Awalnya dengan Modus membawa Salak dari Aceh ke Batu Bara.

Keterangan. Kedua jaringan Internasional Bandar Narkitika jenis shabu yang juga merangkap jaringan antar propinsi ini sudah sering melancar kan aksinya di setiap daerah yang menjadi pesanan para pengedar daerah, Bandar Narkoba Inisial (AA) dan (Sl) 30 thn yang juga sering mengantar pesanan dengan sekala besar untuk di edarkan ke bandar bandar daerah kususnya sumatera Utara.

Kapolres Batu Bara AkBP H. Ikhwan Lubis. SH. MH, juga menambakkan bahwa kedua tersangka Bandar Narkotika jenis shabu yang seberat 5 Kg Akhirnya tamat di Wilayah Hukum Polres Batu Bara.

Kapolres Batu Bara Melalui Oprasi gabungan Intel dan satnarkoba kedua tersangka Bandar Narkoba Asal warga aceh tidak berdaya disaat konfrensi Pers.

Kapolres Batu Bara AKBPH Ikhwan Lubis SH.MH Sangat mengaspresiasi dan Berterimakasih kepada Sat Intelkam dan Sat Narkoba yang telah bekerja dengan baik dalam Oprasi gabungan yang di lakukan selama satu bulan dalam telah berhasil menangkap tersangka bandar narkoba dan menyita barang bukti se banyak 5 kg Shabu shabu dari kedua tersangka bandar Narkoba yang bernama Abdul azis dan Salamu yang terkenal sangat licin dan profesinal dalam aksinya.

Keduanya adalah warga Bireuen Aceh , Mereka juga sudah sering melancarkan aksinya dengan imbalan ibalan setiap per Kg 50 juta .

Saat ini kami dan satuan Narkoba Polres Batu bara masi terus mendalami kasus ini untuk dugaan ada bandar besar di balik pengungkapan Narkoba ini .jelas kapolres.

Selanjutnya Kasat Narkoba AKP Hendy David Bintang Tobing SH. Oprasi ini dengan sangat dramatis kami melakukan pengintayan dan penangkapan kedua tersangka yang berinisial (AA) dan (SL) bersama Sat Intel Polres Batu Bara dan dengan persiapan yang matang dan Dinyisalir bakal yang ada perlawanan kami Disaat melakukan penangkapan kepada dua tersangka serta dalam krinologis penangkapan kedua tersangka sempat melakukan perlawanan dan ingin melarikan diri oleh sebab itu kami lakukan tembakan terukur kepada kedua tersangka dengan menyita Barang bukti 5 Kg Shabu shabu dan 2 buah Hanphone dan untuk lebih lanjut lagi kedua tersangka yang sudah tidak Berkutik lagi langsung di Bawa ke Mapolres Batu Bara serta barang bukti untuk di pertanggungjawabkan atas perbuatannya," Terang Kasat Narkoba. (RH/Mrf).

Wakapolres Tolitoli, Kompol Abd. Haris didampingi AKP. S. Kinsale dan AKP. Moh. Rizal Hi. Bandi saat konferensi pers kasus Narkoba, Kamis 12 Maret 2020 di Mapolres Tolitoli

ClickNnewss.com [Tolitoli-Sulteng] - Satuan Reserse Narkoba Polres Tolitoli kembali berhasil mengungkap kasus Narkoba. Kali ini meringkus seorang oknum PNS Lapas Lapas II B Tolitoli dan seorang suruhannya pada Senin tanggal 9 Maret 2020.

Tim Satuan Narkoba meringkus Dwi Wahyono alias Ono (27) warga Nalu Tolitoli, Jl. Gunung Sumalikat bersama orang suruhannya bernama Febri Kurniawan alias Ebi (22), warga Nalu, Jl. Stadion 2 Nopi Kelurahan Nalu.

Dwi Wahyono sehari-hari adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Lapas Kelas II B Tolitoli. Ia ditangkap sesaat setelah Tim Satuan Narkoba menangkap Febri Kurniawan yang baru saja menjemput paket haram tersebut di agen mobil Lorena Tolitoli.

Hasil pengembangan, diketahui paket Narkoba yang dikirim dari palu menggunakan angkutan milik agen mobil Lorena Tolitoli yang berkantor di Kelurahan Panasakan itu adalah milik seorang warga binaan Lapas Kelas II B Tolitoli bernama Supandi alias Pandi.

Keterangan mengenai pengangkapan kurir Narkoba dari seorang warga Binaan Lapas Tolitoli itu di sampaikan Wakapolres Tolitoli, Komisaris Polisi Abdul Haris yang didampingi Kasat Narkoba, AKP. Samsi Kinsale dan Kabag Humas AKP. Moh. Rizal H. Bandi melalui konferensi pers yang digelar Humas Polres Tolitoli di Ruangan Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Kamis (12/03/2020).

AKP. S Kinsale selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Tolitoli menjelaskan kronologis penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat yang di terima pada Minggu (8/3) yang menyebutkan adanya pengiriman barang terlarang itu via agen Lorena.

"Awalnya diperoleh informasi bahwa pada hari Minggu 08 Maret 2020 akan ada kiriman paket yang diduga narkotika dikirim dari Palu melalui agen rental mobil Lorena," terang Kinsale memulai keterangan persnya.

Adanya informasi itu menurut Kasat Narkoba, sehingga mereka melakukan monitoring tertutup atas masyarakat yang menjemput paket kiriman tersebut.  Alhasil, pada Senin (9/3), sekitar Jam 11.00, yang menjemput paket tersebut seorang Laki-laki bernama Febri Kurniawan. Orang ini langsung diamankan ke Polres Tolitoli bersama paket kiriman yang bertuliskan "Buat Ka Rani di Tolis dari Sugianto di Palu".

 Dari keterangan Ebi, Polisi melakukan pendalaman. Polisi memperoleh keterangan dari Ebi bahwa ia hanya diminta menjemput paket kiriman oleh Dwi Wahyono. Petugas pun mengatur strategi untuk membuktikan kebenaran keterangan Ebi.

Atas pengembangan informasi itu, Polisi berhasil meringkus Ono sekaligus mengungkap keterangan pengakuannya bahwa penjemputan paket kiriman itu, ia hanya diperintah oleh Supandi. Seorang narapindan  yang sedang menjalani hukuman penjara kasus Narkotika di Lapas Kelas II B Tolitoli.

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Kelas II B Tolitoli, saat itu juga Supandi diijinkan untuk dimintai keterangan.

Menurut Kinsale, Supandi di hadapan penyidik Satres Narkoba Polres Tolitoli mengakui bahwa benar ia yang memerintahkan Dwi Wahyono menjemput barang tersebut melalui komunikasi handphone.

Atas hal tersebut, kepada para tersangka, akan dikenakan pasal 112 ayat (1) UU-RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Kemudian Pasal 114 ayat (1) UU-RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan Pasal 132 ayat (1) UU-RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba......(****).

ClickNnews.Com [Jakarta] – Artis Vitalia Sesha Kembali Ditangkap. Kali ini karena kasus dugaan penyalahgunaan Narkoba. Ia diamankan bersama dengan kekasihnya berinisial AW.

Keduanya ditangkap pada Senin Sore, (24/2) di Lobi Apartemen The Mansion, Pademangan, Jakarta Utara.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan penangkapan Vitalia Sesha berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan bahwa model majalah dewasa dan kekasihnya AW sering melakukan tindak pidana narkotika.

Berdasar laporan itu, pihak kepolisian kemudian melakukan observasi terhadap keduanya. Setelah memiliki bukti kuat petugas pun melakukan penangkapan.

“Salah satu public figure, nama apartemennya Mansion Kemayoran. Ini berawal dari adanya penyelidikan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Ada orang yang sering mengedarkan narkoba ekstasi, sabu, H5″ ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, (27/2/2020), seperti dilansir beberapa media online.

Berdasar keterangan masyarakat akhirnya pada Senin, 24 Februari 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, pihak kepolisian mendatangi lobi apartemen The Mansion, Pademangan, Jakarta Utara dan mengamankan Vitalia Sesha dan AW yang baru saja melakukan transaksi dengan seseorang berinisial RH.

Dari pemeriksaan di lobi apartemen, ditemukan satu bungkus rokok berisi 10 butir ekstasi dan tiga lempeng H5 atau happy five. Kemudian dilakukan penggeledahan di lantai 11 kamar L2, ditemukan kembali barang bukti satu plastik kecil sabu dengan berat brutto 0,63 gram, 4 butir happy five dan alat hisap sabu berupa bong dan cangklong yang masih berisi sabu sisa pakai.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dari hasil tes urine diketahui bahwa Vitalia Sesha dan kekasihnya telah positif menggunakan barang-barang haram tersebut. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

“Hasil tes urine positif metamfetamin, kedua amfetamin, yang ketiga benzo. Sudah jadi tersangka, sudah dilakukan penahanan,” ujarnya.

Vitalia Sesha dikenakan pasal 114 Ayat (1) Sub 112 Ayat(1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 60 ayat (1) Sub pasal 62 Ayat (1) UU RI No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika......(****).

ClickNnews.com [Selayar-Sulseo] - Sebanyak Tujuh orang diamankan yang diduga kerap berulah dan meresahkan masyarakat. Mereka terjaring operasi cipta kondisi oleh tim gabungan dari Polsek Benteng dan Satpol PP / Damkar Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, pada hari Sabtu, (22/02) malam.

Ketujuh orang tersebut, Dua orang ditangkap tangan petugas saat tengah menenggak miras. Satu orang sedang menghisap lem fox, dan Empat orang tertangkap saat sedang berjudi kelereng. Dua orang terduga pelaku pesta miras jenis ballo itu, masing-masing atas nama Surahman (32 tahun) dan Agus Wijaya, (17 tahun).

Kemudian empat orang dilokasi terpisah ditangka karena berjudi kelereng atas nama Bahtiar (19 tahun), Sapri (33 tahun), Pajar (13 tahun) dan Marlina (19 tahun) mereka terjaring saat bermain judi kelereng.

Saat melintasi area taman pelangi di ruas jalan Soekarno Hatta, tim kembali mengamankan Satu orang. Mata awas petugas tertuju pada seorang remaja tanggung berusia lima belas tahun yang sedang ngelem atau menghisap lem fox.

Selain mengamankan sejumlah pelaku kejahatan jalanan, tim operasi cipta kondisi gabungan menyasar sejumlah bangunan rumah kost-kosant yang berada di dalam wilayah hukum Polsek Benteng. Hasilnya, petugas mengidentifikasi dan mengungkap status keberadaan sejumlah bangunan rumah kos-kosan yang ditengarai beroperasi secara illegal dan tidak mengantongi dokumen perizinan dari instansi tekhnis terkait.

Giat operasi cipta kondisi yang dipimpin Kapolsek Benteng, AKP. Rahman dilancarkan usai melaksanakan apel gabungan di halaman Mako Polsek Benteng.

Menyikapi operasi cipta kondisi itu, Kepala Lingkungan Bua-bua timur, H. Muh. Ali, berpandangan giat operasi cipta kondisi itu sangat relevan dan efektif untuk dilakukan.

Menurutnya itu untuk menjaga stabilitas kondisi keamanan dan kamtibmas yang diharapkan. Situasi itu akan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Ia pun berharap agar giat operasi cipta kondisi ini terus dilakukan dalam upaya untuk meminimalisir, menekan, dan mengurangi berkembangnya potensi penyakit masyarakat..... (****)

Kontributor Selayar: Fadly Syarif

Halaman 1 dari 2

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER