Oknum PNS Lapas Tolitoli Jadi Kurir Narkoba Milik Warga Binaan Diringkus Satuan Narkoba Polres Tolitoli

12 Maret 2020
Penulis 

Wakapolres Tolitoli, Kompol Abd. Haris didampingi AKP. S. Kinsale dan AKP. Moh. Rizal Hi. Bandi saat konferensi pers kasus Narkoba, Kamis 12 Maret 2020 di Mapolres Tolitoli

ClickNnewss.com [Tolitoli-Sulteng] - Satuan Reserse Narkoba Polres Tolitoli kembali berhasil mengungkap kasus Narkoba. Kali ini meringkus seorang oknum PNS Lapas Lapas II B Tolitoli dan seorang suruhannya pada Senin tanggal 9 Maret 2020.

Tim Satuan Narkoba meringkus Dwi Wahyono alias Ono (27) warga Nalu Tolitoli, Jl. Gunung Sumalikat bersama orang suruhannya bernama Febri Kurniawan alias Ebi (22), warga Nalu, Jl. Stadion 2 Nopi Kelurahan Nalu.

Dwi Wahyono sehari-hari adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Lapas Kelas II B Tolitoli. Ia ditangkap sesaat setelah Tim Satuan Narkoba menangkap Febri Kurniawan yang baru saja menjemput paket haram tersebut di agen mobil Lorena Tolitoli.

Hasil pengembangan, diketahui paket Narkoba yang dikirim dari palu menggunakan angkutan milik agen mobil Lorena Tolitoli yang berkantor di Kelurahan Panasakan itu adalah milik seorang warga binaan Lapas Kelas II B Tolitoli bernama Supandi alias Pandi.

Keterangan mengenai pengangkapan kurir Narkoba dari seorang warga Binaan Lapas Tolitoli itu di sampaikan Wakapolres Tolitoli, Komisaris Polisi Abdul Haris yang didampingi Kasat Narkoba, AKP. Samsi Kinsale dan Kabag Humas AKP. Moh. Rizal H. Bandi melalui konferensi pers yang digelar Humas Polres Tolitoli di Ruangan Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Kamis (12/03/2020).

AKP. S Kinsale selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Tolitoli menjelaskan kronologis penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat yang di terima pada Minggu (8/3) yang menyebutkan adanya pengiriman barang terlarang itu via agen Lorena.

"Awalnya diperoleh informasi bahwa pada hari Minggu 08 Maret 2020 akan ada kiriman paket yang diduga narkotika dikirim dari Palu melalui agen rental mobil Lorena," terang Kinsale memulai keterangan persnya.

Adanya informasi itu menurut Kasat Narkoba, sehingga mereka melakukan monitoring tertutup atas masyarakat yang menjemput paket kiriman tersebut.  Alhasil, pada Senin (9/3), sekitar Jam 11.00, yang menjemput paket tersebut seorang Laki-laki bernama Febri Kurniawan. Orang ini langsung diamankan ke Polres Tolitoli bersama paket kiriman yang bertuliskan "Buat Ka Rani di Tolis dari Sugianto di Palu".

 Dari keterangan Ebi, Polisi melakukan pendalaman. Polisi memperoleh keterangan dari Ebi bahwa ia hanya diminta menjemput paket kiriman oleh Dwi Wahyono. Petugas pun mengatur strategi untuk membuktikan kebenaran keterangan Ebi.

Atas pengembangan informasi itu, Polisi berhasil meringkus Ono sekaligus mengungkap keterangan pengakuannya bahwa penjemputan paket kiriman itu, ia hanya diperintah oleh Supandi. Seorang narapindan  yang sedang menjalani hukuman penjara kasus Narkotika di Lapas Kelas II B Tolitoli.

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Kelas II B Tolitoli, saat itu juga Supandi diijinkan untuk dimintai keterangan.

Menurut Kinsale, Supandi di hadapan penyidik Satres Narkoba Polres Tolitoli mengakui bahwa benar ia yang memerintahkan Dwi Wahyono menjemput barang tersebut melalui komunikasi handphone.

Atas hal tersebut, kepada para tersangka, akan dikenakan pasal 112 ayat (1) UU-RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Kemudian Pasal 114 ayat (1) UU-RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan Pasal 132 ayat (1) UU-RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba......(****).

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER