Modus Bisa Sembuhkan Penyakit dan Berkah Kekayaan, Dua Orang Ini Menguras Rp.30 Juta Isi ATM Korbannya

21 Januari 2020
Penulis 
Tersangka Kasus Tindak Pidana Penipuan saat dihadirkan dalam acara konferensi pers Polres Tolitoli, Selasa 21 Januari 2020
 
ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng) Dua orang pelaku tindak pidana penipuan diringkus Tim Buser Satreskrim Polres Tolitoli atas bantuan Tim Buser Polres Banggai di sebuah penginapan (Wisma Azari Kamar 109) di KM 1 Kec. luwuk Kab. Banggai, (15/1/2020).
 
Dua pelaku penipuan tersebut bernama Robby Tarukbua alias Robby (49) warga Dusun 1 Desa Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara dan Suwando D Rachman alias Wawan warga Jalan Raja Eyato Kelurahan Molosipat W Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo.
 
Tersangka melancarkan aksinya kepada korban bernama Ahmad B. Sauda pada hari Kamis tanggal 09 Januari 2020 sekitar pukul 08. 00 wita di Desa Kalangkangan Kec. Galang Kab. Totitoli.
 
Ulah kedua pelaku sebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp. 30 Juta. Jumlah itu dikuras pelaku melalui mesin ATM dengan menggunakan kartu ATM korban yang diperoleh dengan cara berpura-pura sebagai dukun yang dapat mengobati penyakit dan dapat memberi berkah.
 
 
Setelah mendapatkan kartu ATM beserta nomor PIN, pelaku menuju mesin ATM yang berada Taman Kota GMB. Dana Rp. 30 Juta diambil  tunai sebesar Rp.10 Juta. Sisanya ditransfer ke 2 rekening berbeda. Masing-masing milik Suwando D. Rachman sebesar Rp. 10 Juta dan Rp.10 Juta lagi ke rekening Satria Mokodongan (istri dari Robby Tarukbua).
 
Tindak pidana penipuan itu diungkap Wakapolres Tolitoli Kompol Abd Haris didampingi Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP Felix A Saudale, SH., melalui konferensi pers di Ruang Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Jl. Daud Lapau Kel. Tuweley Kec. Baolan Kab. Tolitoli, Selasa (21/1/2020).
 
Menurut Kompol Abdul Haris penangkapan kedua tersangka didasari Laporan Polisi Nomor : LP/03/I/2020/Sulteng/Res Tolitoli/Sek-Galang, tanggal 09 Januari 2020.
 
"Proses penetapan tersangka dan penyidikan dilakukan sejak tanggal 15 Januari 2020 dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp. Sidik /09/I/2020/Reskrim, tanggal 15 Januari 2020. Demikian pula telah diterbitkan surat perintah penahanan pada tanggal 16 Januari 2020 yang berlaku 20 hari ke depan", ujar Wakapolres Tolotoli. 
 
Adapun barang bukti yang diamankan bersama tersangka, yaitu barang bukti yang ada kaitannya dengan aksi kejahatan tersangka berupa sitaan dari saksi korban barang buktl berupa 1 (satu) buah kartu ATM BRI warna biru nomor kartu : 6013 0133 2863 8460.
 
Kemudian disita dari saksi Yumida Datau, barang bukti berupa10 (sepuluh) lembar uang RI Pecahan Rp 50, 000 (lima puluh ribu rupiah) senilai Rp 500. 000 (lima ratus ribu rupiah).
 
Disita pula dari saksi Webti, barang bukti berupa 1 (satu) Unit sepeda motor merek Yamaha mio warna merah Nomor 
Polisi : DN 4521 DL.
 
 
Dari tersangka Robby Tarukbua, disita barang bukti berupa 1 (satu) lembar baju kaos tengan pendek warna abu-abu bergaris putih merek American polo. 1 (satu) lembar celana panjang warna abu-abu merek cardinal. 1 (satu) buah helem merek GM warna putih hitam biru. 1 (satu) lembar kemeja lengan panjang warna hitam.
 
Sementara dari tersangka Suwando D. Rachman, disita barang bukti berupa 1 (satu) buah tas samping merek Eiger warna hitam. 1 (satu) buah dampet merek levis warna hitam. 1 (satu) buah kartu ATM BRI warna biru bertuliskan nama AHMAD SAUDAH. 1 (satu) buah kartu ATM BCA warna biru.1 (satu) buah kartu ATM Danamon warna oranye.
 
Masih dari tersangka Suwando, diamankan 2 (dua) buah kartu ATM Bank Sulteng. 2 (dua) buah kartu ATM Bank Sulutgo. 4 (empat) buah kartu ATM Bank BNI. 4 (empat) buah kartu ATM Bank Mandiri. 8 (delapan) buah kartu Am Bank BRI. 1 (satu) lembar kemeja lengan panjang merek LGS warna biru tua. 1 (satu) buah helem merek BMC warna hitam bergambar Doraemon. Terakhir 1 (satu) unit sepeda motor merek Suzuki Adress warna abu-abu tua Nomor Polisi : DM 4119 AP.
 
Terkait modus operandi kejahatan kedua tersangka, dijelaskan Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP Felix A Saudale, SH., bahwa keduanya melancarkan aksinya mempengaruhi pikiran korban dengan seolah-olah salah satu dari tersangka mempunyai kelebihan mengobati penyakit yang berat atau parah.
 
Selain itu, mereka merwngkai sandiwara yang mempengaruhi korban bahwa dapat mengubah nasib seseorang untuk menjadi lebih kaya dengan mendapat berkah. 
 
"Dari situ korban merasa terbuai dengan kata-kata tersangka dan korban ingin mengikuti dengan segala perkataan yang dikeluarkan tersangka. Tanpa disadari korban telah menyerahkan barangnya kepada tersangka", ungkap Kasat Reskrim. 
 
Saat ini kedua pelaku diamankan di Mako Polres Tolitoli untuk proses lebih lanjut dan terhadap kedua pelaku akan dikenakan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara......(****)
 

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER