Syaharuddin Fattah, Ahli Linguistik Jebolan Unhas, Sosok Serba Bisa Berdedikasi Dalam Budaya Tolitoli

13 Februari 2020
Penulis 
ClickNnews.com | Sosok Syahruddin Fattah , akrab dipanggil Haji Syahruddin. Warga pendatang dari Tanah Makassar. Pertamakalinya menginjakkan kaki di Bumi Tolitoli tahun 1995. 
 
Syaharuddin Fattah bisa berbahasa Bugis, Makassar dan Bahasa Tae (Luwu). Ia juga mengaku tahu sedikit Bahasa Arab dan Bahass Inggris.
 
Secara keilmuan formal, ia memiliki pengetahuan Linguistik yang diperolehnya dari Fakultas Sastra Unhas. Ia merupakan jebolan Universitas Kebanggaan Sulawesi Selatan, Universitas Hasnuddin tahun 1990.
 
Saat ini Haji Syaharuddin mendedikasikan diri dalam upaya melestarikan Budaya Suku Asli Tolitoli. 
 
Sosok yang dikenal gigih dan serba bisa ini, termasuk dalam hal desain perencanaan berusaha melestarikan Bahasa Tolitoli dengan menyusun kamus Bahasa Tolitoli. 
 
Awalnya upaya itu berjalan dengan bantuan teman-temannya di Grup Ambuu Tau TTolri 
 
"Saya menyusun kamus Bahasa Tolitoli selama tiga tahun sebanyak 500 halaman", ungkapnya penuh gembira dan kebanggaan tersendiri.
 
Bahkan menurutnya, upayanya itu telah melamapui Penyusunan kamus “Tulrukan Tinga Ttolri (Kamus Bahasa Tolitoli-Indonsia) yang sudah ada sebelumnya yang disusun oleh Tim penyusun kamus bahasa Tolitoli yang di ketuai oleh Drs. H. Ibrahim Saudah.
 
Kamus yang disusun Tim yang dikomandani Ketua Dewan Adat Tolitoli mencapai setebal 126 halaman yang diterbitakan pada tahun 2009. Sementara saat ini Syaharuddin Fattah berhasil menyusun hingga 500 halaman.
 
Bukan hanya kamus Bahasa Tolitoli yang disusunnya. Syaharuddin Fattah juga  menyusun Flora dan Fauna dalam bahasa Tolitoli. Untuk itub telah berhasil menginventarisir dan melestarikan bahasa Tolitoli tentang nama-nama Flora dan Fauna.
 
Diantaranya, nama tumbuhan dan pohon 683 Jenis, Nama Burung 126 jenis, Nama hewan 90 Jenis, Nama ikan Laut 488 jenis nama ikan Air tawar 18 jenis, hewan Invertebrata 397 jenis. Keseluruhan daftarnya dilengkapi dengan nama ilmiah.
 
Untuk melanjutkan ekplorasi kemampuannya, sekarang Syahruddin sedang mencoba menerjemahkan Alquran Jus Amma dalam bahasa daerah Tolitoli. Upaya itu ia lakukan bersama Tim yang beranggotakan Masri A. Impa, Dharman Isol dan Dzulfahri.
 
Dalam peringatan matanggauk Bulan Desember 2019 Lalu, atas dedikasinya terhadap Budaya Tolitoli, H. Syaharuddin Fattah mendapat piagam penghargaan dari Gaukan Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan yang juga Bupati Tolitoli.........(****)
66 Kali Dilihat
Ma'ruf Asli

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER