Ningkuk, Tradisi Bujang Gadis Yang Hilang Terkikis Jaman Namun Tetap Dirindukan

25 Januari 2020
Penulis 
Pasangan muda-mudi yang sedang larut dalam kegiatan tradisi Ningkuk di Dusun Lingkis, Jejawi, OKI.
 
ClickNnews.com [OKI-Sumsel] - Ningkuk  adalah acara tradisi adat yang paling ditunggu dan digandrungi oleh remaja muda-mudi di Sumatera Selatan khususnya di Dusun Lingkis Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir.
 
Tradisi turun temurun itu adalah prosesi adat dimana masyarakat berinteraksi dan perkenalan remaja atau muda mudi. Biasanya diadakan secara khusus atau  mengikut pada hajatan pesta yang ada di Dusun.
 
Acara Ningkuk biasanya dilaksanakan dalam acara pembubaran panitia perkawinan. Atau biasa juga dalam acara malam mingguan  yang dilaksanakan dirumah pemuda atau pemudi yang punya hajatan.
 
Sayangnya tradisi tersebut tak pernah lagi dijumpai dewasa ini. Penelusuran media ini terakhir dilaksanakan di Dusun Lingkis sekitar tahun 1998. 
 
Karena sudah cukup lama terhenti, jadinya  tradisi Ningkuk hanya dikenali oleh remaja era tahun 90an ke atas.
 
 
Sejumlah tokoh masyarakat Lingkis, saat ditemui mengaku prihatin dengan bergeser dan menghilangnya tradisi yang dianggap positif itu. Posisinya kini tergantikan dengan musik modern yang berupa orgenan (musik elctone).
 
Tradisi Ningkuk memiliki nilai-nilai positif karena melibatkan banyak orang. Semua kalangan dapat terlibat. Lebih partisipatif dan menjadi ajang yang mempertemukan muda-mudi secara langsung dihadapan banyak orang. 
 
Kelak mereka bisa mendapatkan jodoh mereka dari prosesi tradisi itu. Apalagi di masa itu, momentum pertemuan semacam itu jarang oleh kesibukan anak muda yang umumnya perantau. Ditambah lagi saat itu alat telekomunikasi belum ada seperti saat ini.
 
"Secara pribadi saya menganggap kegiatan Ningkuk itu sangat positif. Mengandung nilai kekeluargaan dan kebersamaan. Menyambung silaturahmi sesama warga. Sayang kalau tak ada lagi generasi sekarang yang mengetahuinya," ujar Pak Burhan yang lebih akrab disapa Serebo, saat ditemui di kediamannya belum lama ini.
 
Secara sederhana Ningkuk digambarkan dimana remaja berkumpul dalam suatu lingkaran dan diiringi dgn alunan musik. 
 
 
Pasangan muda mudi akan saling mengalungkan selendang. Apa bila musik berhenti dan selendang masih di pegang pemuda atau pemudi, maka akan dikenakan semacam hukuman.
 
Pemuda atau pemudi tersebut di 'hukum' oleh seorang hakim yg ditunjuk bersama dalam acara tsbut. 
 
Hukuman yang diberi oleh hakim bermacam-macam. Intinya dapat menghibur. Antara lain dengan cara bernyanyi, pantun.
 
Ningkuk pada zamannya sangatlah populer. Saat itu kalangan muda mudinya bertemu dan tidak jarang sampai ke jenjang perkawinan. 
 
Sekarang ini, mereka yang umuran 40 tahun ke atas asal Lingkis dipastikan pernah merasakan sensasinya......(Agus/Mrf).
60 Kali Dilihat
Ma'ruf Asli

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih Telah Berpartisipasi Memberikan Komentar

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER