Pemilukada

Pemilukada (17)

Muhadir, SPdI., Komisioner KPU Tolitoli, Sulawesi Tengah.

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Setelah pengumuman kelulusan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam rangka pemilihan kepala daerah serentak 2020, KPU Tolitoli agendakan pelantikan PPS yang telah dinyatakan lulus tersebut.

Saat persiapan agenda pelantikan itu, justru keluar keputusan KPU RI disertai Surat Edaran (SE), yang menyatakan beberapa tahapan pilkada dinyatakan dihentikan, termasuk pelantikan PPS.

Keputusan KPU RI itu menyusul kebijakan pemerintah terkait dengan upaya pencegaha penyebaran Virus Corona (COVID-19) yang saat ini sedang dihadapi saat ini.

Upaya pemerintah mencegah meluasnya penyebaran COVID-19, menjadi hal serius mengingat semakin meningkatnya kasus suspect coronavirus asal Wuhan, China.

Meski demikian, KPU RI tetap memberikan ruang kepada KPU daerah yang sudah tahap persiapan dan di daerahnya belum terdampak langsung infeksi Virus Corona.

Komisioner KPU Tolitoli, Muhadir, SPdI yang dikonfirmasi hal itu menyatakan bahwa pihaknya tetap melaksanakan pelantikan itu karena persiapan teknis sudah berjalan.

Muhadir yang mengaku sedang berada di Kecamatan Dampal Selatan saat dihubung melalui sambungan selulernya, mengatakan pelantikan telah dijadwalkan dan undangan telah beredar.

"Karena sudah di jadwalkan dan undangan beredar maka kami KPU Tolitoli tetap melakukan pelantikan," kata Muhadir dalam pesan singkatnya yang diterima Redaksi Minggu Sore (22/3/2020).

Diketahui, untuk daerah Tolitoli sendiri hingga saat ini belum ditemukan kasus positif suspect coronavirus. Meski beberapa hari lalu ramai diberitakan satu orang pasien diisolasi karena berstatus Pasien Dalam Pemantauan........(Ma'ruf).

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tolitoli tetapkan 6 orang calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) hasil tes tertulis pada Rabu 4 Maret lalu dari setiap desa dan kelurahan yang ada di Tolitoli.

Keenam orang itu selangkah lagi untuk dapat ditetapkan sebagai anggota PPS selaku penyelenggara Pemilukada serentak di tingkat desa dan kelurahan. Untuk itu mereka dijadwalkan mengikuti tes wawancara sebagai proses terakhir.

Ada pun penetapan itu termuat dalam pengumuman yang dikeluarkan KPU Tolitoli, nomor 66/PP.04.2-PU/7204/KPU-Kab/lll/2020 pada Sabtu (07/03/2020).

Dari laman resmi KPU Tolitoli, www.kpu-tolitolikab.goid,  diperoleh keterangan terkait daftar nama-nama calon PPS yang lolos tes tertulis yang sebelumnya dilaksanakan di Sepuluh Kecamatan yang ada di Tolitoli.

Selain menetapkan 6 orang yang menenuhi syarat untuk tes selanjutnya, KPU Tolitoli juga telah menetapkan jadwal tes wawancara yang akan dilaksanakan mulai Rabu mendatang.

Sedianya, tes wawancara itu mengambil tempat di masing-masing Kantor Kecamatan setempat.

Berikut jadwal pelaksanaan tes wawancara yang akan dilangsungkan dari Rabu tanggal 11 Maret sd. Jum'at 13 Maret 2020:

 

(Abi).

Suasana pelaksanaan tes tertulis bagi calon PPS di SD Percontohan Kecamatan Baolan Tolitoli, 4 Maret 2020.

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Setelah mengumumkan hasil pemeriksaan berkas calon Panitia Pemungutan Suara (PPS), KPU Tolitoli selenggarakan tes tertulis serentak di 10 Kecamatan hari ini, Rabu (4/3/2020).

Tes tertulis itu dilaksanakan di masing-masing kecamatan dengan melibatkan PPK masing-masing kecamatan yang baru dilantik.

Walaupun dinyatakan serentak namun karena faktor cuaca dan lokasi, menyebabkan tes tertulis itu tak bersamaan jamnya meski tetap di hari yang sama.

Khusus untuk Kecamatan Baolan, kegiatan Tes tertulis dimulai jam 14:30 di SD Percontohan.

Tes tertulis yang menggunakan sebanyak 5 ruangan itu sempat molor 30 menit dari waktu yang sedianya ditetapkan.

Ovelio Tarongko, Staf senior KPU Tolitoli yang ditemui mengatakan bahwa faktor cuaca yang sejak pagi menjadi alasan molornya waktu dari jadwal semula.

"Faktor cuaca hujan sehingga dberi toleransi. Sedianya dimulai jam 14.00. Tadi sudah dimulai dari 14.30," ungkap Ovelio.

Terkait materi seleksi tertulis yang berlangsung selama 2 Jam ataub120 menit itu, Ovelio tak bersedia menyebutkannya.

"Kaminini cuma staf, hanya bertugas memfasilitasi acaranya saja. Soal materi, nanti Komisioner yang jelaskan," ujarnya mengelak.

Kendati cuaca kurang bersahabat sejak pagi, namun secara umum pelaksanaan tes tertulis bagi calon penyelenggara Pilkada Serentak 2020 di tingkat desa itu berjalan dengan baik.

Pantauan di lokasi memperlihatkan suasana peserta yang antusias mengikuti seleksi tertulis itu. Nampak sejumlah staf KPU Tolitoli dan PPK Kecamatan Baolan mengawasi jalannya kegiatan.

Bahkan Ketua Bawaslu Tolitoli, Fajar Syadik, sempat tertangkap kamera wartawan ketika sedang mengawasi kegiatan seleksi itu secara langsung. Sayang tak sempat diambil keterangan ketua Bawaslu Tolitoli itu......(Abi).

Ketua KPU Tolitoli Lantik PPK Baru 10 Kecamatan

Ketua KPU Tolitoli, Suleman, SH., saat mengambil sumpah PPK 10 Kecamtan 29 Februari 2020

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten Tolitoli lantik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 10 Kecamatan di Aula hotel bumi harapan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, Sabtu malam (29/2/2020).

Sebanyak 50 anggota PPK dilantik daiambil sumpah jabatan untuk melaksanakan tugas utqmanya pada Pilkada Serentak, pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Sulawesi tengah Serta Bupati dan wakil Bupati Tolitoli tahun 2020.

Pada momen acara ambutan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU ) Sulaeman SH , mengajak kepada seluruh anggota PPK se-kabupaten Tolitoli agar tetap menjaga integritas dan kwalitas serta netralitas demi terlaksananya penyelenggara Pemilukada serentak dengan sukses.

Suleman berharap kepada seluruh anggota PPK yang baru dilantik dan diambil sumpahnya agar tetap menjalankan kerja sama dengan semua pihak yang ada di kecamatan masing-masing seperti Panwascam, Camat dan Polsek serta OPD lainyan.

"Selama mandat diberikan maka sekali lagi integritas dan netralitas tetap terjaga,l akukan tugas dan tanggung jawab demi terlaksananya pemilu damai dan berintegritas," pesan Sulaeman.

Pelantikan itu ldihadiri tamu undangan, antara lain Asisten III yang mewakili Bupati Tolitoli, Wakapolres Tolitoli, Camat se-Kabupaten Tolitoli, Ketua Bawaslu Tolitoli..,.......(****).

Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH., MH., Komisioner Bawaslu RI menandatangani prasasti pencanangan desa bebas politik uang di Desa Kayulompa, 27 Februari 2020

ClickNnews.com [Basidondo-Tolitoli] - Desa Kayulompa dicanangkan sebagai Desa Bebas Politik Uang oleh Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tolitoli pada Kamis (27/02/2020).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Taruna, Jl. Siswa, Desa Kayulompa Kecamatan Basidondo itu berlangsung meriah. Meski sempat diguyur hujan deras, antusias masyarakat tetap tinggi.

Faktor kehadiran Anggota Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH., MH., yang didampingi Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK.,MH., Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Ruslan Hasan, SH., MH., dan sejumlah pejabat provinsi lainnya, jadi pemantik perhatian dan menarik warga Kayulompa dan sekitarnya untuk hadir.

Terlepas dari meriahnya acara pencanangan itu, ada yang mengundang rasa penasaran terkait penetapan Desa Kayulompa sebagai Desa Bebas Polotik Uang. Pasalnya di Tolitoli terdapat lebih dari seratusan desa yang memiliki peluang yang sama.

Sesaat usai pencanangan itu, diperoleh keterangan langsung dari Ketua Bawaslu Tolitoli, Fajar Shadik, SP., MSi. Ia menuturkan dua pertimbangan utama mengapa pihaknya menetapkan pencanangan itu di Kayulompa.

Kepada awak media ini yang mengkonfirmasi Ketua Bawaslu Tolitoli itu mengungkap Dua alasan. Pertama, keterbatasan jaringan informasi di Desa Kayulompa. Kedua, terkait pengalaman Pileg dan Pilpres dimana kasus politik uang mencuat dari Desa Kayulompa. Bahkan Kades sebelumnya menjadi terlapor saat itu.

"Pertimbangan utamanya karena Desa Kayulompa, Kadesnya pernah terlapor sebagai pelaku politik uang pada Pileg dan Pilpres lalu. Selanjutnya jaringan informasi yang sangat terbatas di desa ini yang jadi pertimbangan kami," ungkapnya.

Fajar berharap dengan pencanagan ini, perilaku money politics bisa di cegah. Bukan hanya di Kayulompa tapi juga desa-desa lainnya.

"Kita harus lawan dan tolak politik uang dan juga SARA untuk menjamin demokrasi berjalan secara baik dan legitimate," imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah pejabat daerah tampak hadir di desa yang berstatus Ibu Kota Kecamatan Basidondo itu. Antara lain, Kabag Humas Pemda Tolitoli, Arham Yakub, SH., Komisioner KPU Tolitoli, Alisman, SH., dan I Made Paryanto. Selain itu hadir pula Camat Basidondo dan sejumlah Kepala Desa.

Di tempat yang sama, Kades Kayulompa, Sukri Idrus yang ditemui, nampak sumringah dan hembira karena acara pencanagan desanya sebagai Desa Bebas Politik Uang, berjalan lancar.

Sukri berterimah kasih atas kehadiran Bawaslu Pusat, Provinsi Kabupaten dan semuanya. Ia berharap agar kedepannya Kayulompa benar-benar dapat mewujudkan Desa Kayulompa sebagai daerah yang mampu menolak dan melawan upaya poltik uang.......(Abi).

ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng], Sejak dibuka pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga hari ke- 3, sebanyak 232 orang pendaftar mengembalikan berkas ke kantor KPU Tolitoli, Kamis (20/2/2020).

Pendaftaran PPS dibuka oleh KPU Tolitoli melalui pengumuman yang dikeluarkan tanggal 12 Februari 2020. Pengembalian berkas pendaftaran dimulai sejak tanggal 18 Februari 2020. Akan berakhir pada 24 Februari 2020 mendatang.

Pengembalian berkas pendaftaran dapat dilakukan dengan mengantar langsung atau dapat juga dikirim ke kantor KPU Tolitoli dengan alamat Jl. Jend. Sudirman No. 22 Tolitoli.

Komisioner KPU Tolitoli, Muhadir, SPdI., yang membidangi hal tersebut ketika di konfirmasi, Rabu Malam (20/2) mengatakan pendaftaran tersebut telah berlangsung beberapa hari. Saat ini menurut data yang dimilikinya, KPU Tolitoli telah menerima sejumlah berkas dari para pendaftar.

"Selama di buka pendaftaran 3 hari ini jumlah pendaftar yg mengembalikan berkas sebanya 232 orang," ungkap Muhadir.

Divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM itu mengatakan tahapan dimulai dengan pengumuman pengambilan formulir perekrutan PPS tanggal 15 sampai dengan 17 Februari 2020 selanjutnya tanggal 18 Februari sampai dengan 24 Februari 2020 pengembalian formulir pendaftaran.

Dikatakan Muhadir, antusias masyarakat terlihat sejak hari pertama dan hari kedua. Hal itu menunjukkan banyaknya yang ingin menjadi bagian dari penyelenggara Pemilihan serentak tahun 2020 sangat tinggi.

Pada perekrutan PPS menggunakan metode seleksi ujian tertulis dan tes wawancara dan juga membuka tanggapan masyarakat serta klarifikasi dengan pihak terkait.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pendaftaran calon PPS yang akan bertugas dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 ini menjadi kewenangan KPU Tolitoli. Hal itu menjawab pertanyaan terkait peran dan keterlibatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang baru dalam rekrutmen penyelenggara pemilihan di tingkat desa tersebut.......(Abi).

Muhadir Hala, Komisioner KPU Tolitoli
 
ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - KPU Tolitoli menuntaskan proses rekruitmen calon anggota PPK 10 Kecamatan.
 
Sesuai pengumuman Nomor 45/PP.04.2-Pu/7204/KPU-Kab/II/2020 tanggal 15 Februari 2020, KPU Tolitoli telah menetapkan daftar hasil seleksi wawancara yang mereka laksanakan belum lama ini.
 
Komisioner KPU Tolitoli, Muhadir Hala saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengumumkan hasil seleksi calon PPK untuk Pilkada Serentak 2020.
 
Dari hasil seleksi tersebut menurut Muhadir, akan ditetapkan 5 orang Anggota PPK di setiap kecamatan. Penetapan itu sesuai rengking nomor urut 1 sampai dengan 5 (5 Besar). 
 
Terkait masa tanggapan masyarakat tahapan kedua, masih memungkinkan daftar tersebut jika ada tanggapan dan terbukti setelah diverifikasi.
 
Muhadir menjelaskan pihaknya tidak akan segan mengeluarkan calon tersebut jika terbukti anggota partai.
 
"Kalau ada calon ternyata anggota partai politik dan bisa dibuktikan, kami keluarkan", tandasnya kepada clicknusantaranews.com, Sabtu malam(15/2/2020). 
 
"Adapun calon yang dikeluarkan, akan digantikan oleh calon pada nomor urut berikutnya", tambahnya.
 
Berikut Daftar 5 Besar Hasil Tes Wawancara PPK 10 Kecamatan Kabupaten Tolitoli
 
Dampal Selatan
1. Habibi (Soni)
2. M. Suharto (Paddumpu)
3. Muljadi (Kombo)
4. Irwan (Pallakawe)
5. Muhlis (Paddumpu)
 
Dampal Utara
1. Sumardi (Bambapula)
2. Arwin ( Tompo)
3. Moh. Irwan Sadike (Ogotua)
4. Akbar (Kabinuang)
5. Dedi (Kabinuang)
 
Dondo
1. Amirullah (Tinabogan)
2. Rusdi A. Hamid (Tinabogan)
3. Arsan (Pangkung)
4. Abd. Razak (Malala)
5. Asriadi (Malala)
 
Baolan
1. Ichwan MS. Latjanda (Tuweley)
2. Rio Fandi Dewantara (Tuweley)
3. Warman (Baru)
4. Rizky Setiawan (Sidoarjo)
5. Sangsar (Panasakan)
 
Galang
1. Hermansyus (Lalos)
2. Dedi (Sabang)
3. Ismail Hi. Baco Sultani (Tende)
4. Aswar Azis (Sandana)
5. Dahlia (Aung)
 
Dakopemean
1. Lahase (Dungingis)
2. Muslimin (Galumpang)
3. Magfirah A. Rifai (Kapas)
4. Hasrudin (Kapas)
5. Handi Cahya Ramadhan (Dungingis)
 
Basidondo
1. Moh. Ali (Kinapasan)
2. Kusnadi (Kayulompa)
3. Guritno (Galandao)
4. Erwin  (Sibaluton)
5. Andris (Kinapasan)
 
Ogodeide
1. Arman (Bilo)
2. Sarini (Bilo)
3. Rizki Rizaldy (Bilo)
4. Rusdin (Muara Besar)
5. Muhammad Risman (Bilo)
 
Lampasio
1. Mulfi Kutimbang (Sibea)
2. Arifin (Lampasio)
3. I Kadek Agus Ari Gunawan (Sibea)
4. I Putu Darmawan (Sibea)
5. Mursalim (Janja)
 
Tolitoli Utara
1. Ismaila (Laulalang)
2. Hartati Kai (Timbolo)
3. Wahyu Abdillah (Salumpaga)
4. Refdi (Binontoan)
5. Suleman Kadir Usman (Teluk Jaya)
 
(Abi/Mrf).
 
 
 
ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Komisioner KPU Tolitoli gelar jumpa pers terkait soal rekrutmen panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang mengalami penambahan saat dimulainya tahapan tes wawancara.
 
Sebanyak 3 dari 10 Kecamatan mengalami penambahan setelah adanya rekomendasi Bawaslu Tolitoli. Konsekuensi rekomendasi itu, berdampak pada bertambahnya peserta tes cwawancara di Kecamatan Dondo, Dakopemean dan Tolitoli Utara.
 
Keputusan KPU Tolitoli itu mengundang  tanggapan yang mempertanyakan lolosnya Rusdi A. Hamid (Dondo), Muslimin (Dakopemean) dan Hartati Ka'i (Tolitoli Utara). Ketiganya menurut KPU terdaftar dalam Sipol. 
 
Hadir dalam jumpa pers itu Anggota KPU Tolitoli, Muhadir Hala dan Alisman yang dipandu Ketuanya, Suleman, SH., Rabu siang (12/2/2020). 
 
Kepada sejumlah awak media yang hadir, Komisioner KPU, Alisman, SH menjelaskan duduk persoalan penambahan nama calon PPK yang mengundang polemik itu.
 
Menurutnya, Berdasarkan data KPU, yang menunjukkan mereka terdaftar dalam Sipol. Sehingga ketiga calon PPK tersebut tak diloloskan. 
 
Ketiganya lantas mengajukan aduan ke Bawaslu Tolitoli. Bawaslu merespon aduan itu hingga dilakukan klarifikasi. 
 
Hasilnya, keluar rekomendasi untuk KPU Tolitoli agar melakukan perengkingan ulang dan menganulir keputusan sebelumnya.
 
Dari penjelasan Alisman, SH., selaku Divisi Teknis awalnya mereka bertahan pada keputusan semula. Namun setelah berkonsultasi dengan KPU Provinsi Sulteng, pihaknya memutuskan mengakomodir dan melaksanakan rekomendasi tersebut.
 
"Setelah berkonsultasi dengan komisioner KPU Provinsi, kami harus menjalankan rekomendasi tersebut. Sebab kalau tidak, beresiko untuk di DKPP", ungkap Alisman.
 
Sementara itu, berdasarkan penuturan Ketua Bawaslu Tolitoli, Fajar Syadik saat dikonfirmasi dalam pemberitaan sebelumnya, mengatakan ketiganya adalah PPK dalam Pilpres dan Pileg baru lalu. Data Sipol itu sudah diklarifikasi pada masa itu juga oleh KPU Tolitoli dan diluluskan. 
 
"Kami klarifikasi dan berdasarkan keterangan saksi-saksi, menunjukkan bahwa mereka memenuhinya persyaratan. Hanya karena kantor KPU Tolitoli pernah kebanjiran, arsip itu tak dapat ditemukan oleh mereka. Namun keterangan saksi-saksi membenarkan hal itu, maka dikeluarkan rekomendasi Bawaslu", ujar Fajar.
 
Berdasarkan ketentuan PKPU rekomendasi lembaga pengawas pemilu (Bawaslu) wajib dilaksanakan. Dan bila tidak diindahkan, maka mereka bersiap menghadapi sidang DKPP.
 
Senada dengan Bawaslu Tolitoli, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Ruslan Husen, SH., MH., saat dikonfirmasi Rabu malam (12/2/2020), menegaskan KPU Tolitoli wajib menindaklanjuti rekomendasinl itu.
 
"KPU Tolitoli wajib tindak lanjuti rekomendasi itu", pungkasnya.
 
Sementara itu komisioner KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden yang disebut-sebut namanya dalam jumpa pers  belum memberikan tanggapan. 
 
Hingga berita ini naik tayang, Redaktur telah berusaha menghubungi Sahran Raden melalui aplikasi WhatsAppnya sebagai pihak yang dijadikan rujukan berkonsultasi KPU Tolitoli hingga tak memberi tanggapan.......(Abi).
 
Fajar Syadik, Ketua Bawaslu Tolitoli
 
ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tolitoli melakukan revisi terhadap surat keputusannya sendiri terkait kelulusan tes tertulis calon anggota PPK. Revisi itu dilakukan atas rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tolitoli.
 
SK KPU  mengalami revisi hingga Dua kali. Revisi pertama untuk mengakomodir calon Kecamatan Dondo dan Kecamatan Dakopemean. Sementara revisi kedua tertanggal 8 Februari 2020 untuk mengakomodir calon PPK Kecamatan Tolitoli Utara.
 
Sejak keluarnya revisi pertama, telah menuai polemik. Pasalnya, revisi tersebut justru memasukkan nama baru tanpa mengurangi jumlah yang dinyatakan lulus sebelumnya. Olehnya teruadi penambahan menjadi 11 calon.
 
Mengacu pada konsideran revisi SK KPU Tolitoli itu terkait dengan rekomendasi Bawaslu Tolitoli. Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyatakan Bawaslu mengeluarkan rekomendasi atas setelah mengkaji laporan aduan tidak lolosnya 3 nama yang semestinya lulus dan berhak ikut tahapan selanjutnya.
 
Ketua Bawaslu Tolitoli Fajar Syadiq, SP., MSi., saat dikonfirmasi Senin (10/02/2020) membenarkan adanya rekomendasi dari lembaganya setelah melakukan klarifikasi atas aduan dari calon PPK yang dinyatakan tidak lolos tes berikutnya oleh KPU Tolitoli.
 
Pengumuman nama-nama yang tidak lolos tes tertulis oleh KPU Tolitoli, Rusdi dan Muslimin minta penjelasan ke KPU dan dibalas dengan surat bahawa mereka tidak diluluskan karna ada namanya di sipol. Dasar itu mereka melpor karna mereka semua mantan penyelenggara pada Pileg dan Pilpres tahun 2019", Tutur Fajar Sadiq.
 
"Kami klarifikasi terlapor pelapor saksi dan pihak terkait, dan diklarifikasi mereka tahun lalu waktu mendaftar juga sudah diklarifikasi sama KPU", tambahnya.
 
Dikatakan Fajar, berkas kalarifikasi mereka pada penerimaan sebelumnya memang sudah ada.  Hanya dengan adanya banjir beberapa waktu lalu di KPU Tolitoli sejingga berkas suda tidak ditemukan. Lantas Bawaslu mengklarifikasi kepada saksi.
 
"Jadi, setelah klarifokasi dengan saksi kami merekom KPU Tolitoli untuk merengking kembali di 3 kecamatan:  Dondo, Dakopemean dan Tolitoli Utara", pungkas Ketua Bawaslu Tolitoli itu.
 
 
Menjawab soal rekomendasi meminta untuk merengking kembali, sehingga tetap ada yang gugur dari 10 nama yang diumumkan sebelumnya untuk nama yang baru, Ketua Bawaslu Tolitoli Fajar Sadiq tak memberi penjelasan yang lebih rinci.
 
Namun Fajar menuturkan jika pelaksanaan wawancara sudah berlangsung baru masuk Rekomendasi Bawaslu
 
Fakta saat tes wawancara, KPU Tolitoli mengikutkan 3 nama tersebut sesuai asal kecamatan masing-masing untuk tes wawancara. Belum ada penjelasan rinci dari KPU Tolitoli terkait hal itu....... (Ma'ruf).
ClickNnews.com [Tolitoli-Sulteng] - Tes wawancara terhadap calon anggota PPK di Kantor KPU Tolitoli. Dimulai hari ini, Sabtu (8/2/2020).
 
Kegiatan yang dimulai sekitar jam 08.00 Wita itu ditangani langsung oleh 3 Komisioner KPU sebagai Tim Penguji. Ketiga Komisioner KPU Tolitoli itu  adalah Alisman, SH., Muhadir Hala dan I Made Paryanto.
 
Yakin Jafara, Kasubag Perencanaan dan Data KPU Tolitoli yang ditemui di tempat pelaksanaan kegiata membenarkan pelaksanaan tes wawancara dimulainhari ini dan akan berlangsung 3 hari ke depan.
 
 
"Tes berlangsung bertahap. Hari ini kita mulai untuk 3 kecamatan, besok 3 kecamatan dan lusa 4 Kecamatan", ujar Yakin kepada awak media yang menemuinya.
 
Sayangnya Yakin tak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut terkait kegiatan tersebut. Alasannya, aturan PKPU membatasinya dan penjelasan itu menurutnya kewenangan komisioner KPU.
 
Dari pantauan lapangan, untuk teknis pengujian, nampak 3 Komisioner KPU Tolitoli mendengarkan secara seksama penjelasan peserta yang sedang di ujinya. Setiap peserta diberi waktu lebih dari 10 menit. Sehingga diperkirakan tes wawancara itu akan memakan waktu sekitar 2 jam setiap kecamatan. 
 
 
Pelaksanaan tes wawancara tersebut merupakan tahapan lanjut setelah pelaksanaan tes tertulis sepekan lalu. Tujuannya untuk menentukan 5 dari 10 calon yang akan duduk sebagai anggota PPK di setiap kecamatan.
 
Terkait kehadiran calon peserta tes, sumber di KPU mengatakan semuanya hadir. Setiap peserta telah dihubungi masing-masing melalui WhatsApp maupun telpon langsung.
 
Sementara itu terkait pelaksanaan tes wawancara hari ini, 3 Komisioner KPU Tolitoli belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini naik tayang.... (Abi).
Halaman 1 dari 2

English News

Peduli Bencana

Sosok dan Komunitas

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

AKTA PENDERIAN PERSEROAN TERBATAS

PT. TRIPUTRA MEDIA NUSANTARA

No.07 Tanggal, 10 Desember 2019

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA : Nomor AHU-006384.AH01.01.Tahun 2019

BERITA TERPOPULER

PENULIS POPULER